25 Hal yang Saya Pelajari Dalam 25 Tahun

Di Indonesia usia 25 tahun dianggap usia yang penting, oleh sebab itu dalam masyarakat Indonesia ada standar hidup yang harus terpenuhi di usia tersebut, yang dianggap ciri atau tanda hidup ideal. Seperti usia 25 tahun harus sudah lulus kuliah dan memiliki pekerjaan yang bagus, punya rumah sendiri, punya mobil dan pasangan yang mapan atau cantik. Itulah standar ideal hidup umur 25 tahun di Indonesia.

Sayangnya, tentu saja ada banyak kehidupan warga Indonesia yang tidak memenuhi standar ideal usia 25 tahun itu. Salah satunya aku, oleh karena itu aku tidak merasa sedih sebab aku tidak merasakannya sendirian, ada jutaan penduduk Indonesia mengalami hal yang saya rasakan. Hahaha.

Meskipun tidak banyak pencapaian ideal, bahkan hampir tidak ada. Bagiku usia 25 tetap jadi usia yang penting dan berkesan. Aku memiliki pemaknaan lain.

Pada usia ini aku menyadari dengan segala masalah hidup yang aku miliki, aku mampu bertahan hingga usia 25 tahun. Umur dimana saat aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 5, aku mempunyai kekhawatiran tersendiri tentang tidak akan sampai di umur 25 tahun dalam keadaan masih lajang. Pada saat itu aku kecil berkeinginan belum menikah sebelum usia 25 tahun.

25 Pelajaran Hidup Usia 25 Tahun

Tahun ini aku berusia 26 tahun, setelah melewati perjalan umur 25 tahun yang tidak mudah. Saya duduk dan memikirkan tentang apa yang telah saya pelajari dari kehidupan usia 25 tahun.

Hal yang Saya Pelajari Dalam 25 Tahun

1. Progres Kecil Tetaplah Progres

Akan ada saat kita menyadari kita telah sampai pada usia ini, kita merasa terpuruk karena belum mencapai apapun. Jika tenggelam dalam perasaan itu, akan membuat kita semakin jauh dari apa yang ingin kita capai.

Hal baik yang bisa kita yakini dan lakukan adalah dengan tetap melakukan hal yang ingin kita capai, walaupun selangkah demi selangkah, sedikit demi sedikit. Sebab langkah kecil yang kita upayakan juga merupakan sebuah progres.


2. Baik Atau Buruk, Siapa yang Tahu

Kamu pasti pernah dihadapkan hal yang tidak sesuai dengan keinginan atau ekspektasi mu. Misal, dapat Dosen yang terkenal killer. Tapi apakah kamu bisa tahu secara pasti bahwa, takdir itu merupakan hal yang pasti buruk dan hanya ada keburukan di dalamnya.

Bisa jadi aja kan dengan dapatnya kamu Dosen yang killer ternyata menumbuhkan kamu dan membangun hidupmu jadi jauh lebih baik di dalamnya. Hanya kita nggak tau aja.


3. Teknik Pomodoro Atasi Prokastinasi

Waktu aku di umur 25 tahun, aku masih sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir kuliah. Penyelesaian skripsi aku merupakan perjalanan yang panjang. Ganti judul, ganti latarbelakang, banyak perubahan yang berkenaan dengan skripsiku.

Walhasil membuat aku jenuh menghadap laptop untuk ngetik naskah skripsi. Tapi saat itu, aku juga terdesak oleh waktu. Antara dua hal itu bikin aku prokrastinasi, dampaknya aku menunda-nunda ngetik, merasa nggak siap, gak cukup fokus. Teknik belajar Pomodoro yang aku ketahui dari YouTube membantu aku mengatasi masalah prokrastinasi nulis skripsi dengan efektif.


4. Hidup Memang Tidak Adil

Jika kamu pernah berpikir mengapa seseorang diluar sana bisa memiliki hidup yang jauh lebih baik dibandingkan kamu kemudian kamu merasa kehidupan ini tidak adil. Sayang sekali, jawabannya memang hidup ini tidak adil.

Tenang, itu tidak hanya berlaku di kamu saja, tapi semua orang di dunia ini. Ketidak adilan hidup yang dialami banyak orang itu adalah keadilannya. Mengingat tentang itu, menolong kamu dari kekecewaan yang dalam terhadap kehidupan.


5. Just Do It, Jangan Percaya Asumsi

Asumsi adalah pembunuh paling mematikan dalam hidup. Berapa kali kamu ragu melakukan sesuatu untuk masa depan ataupun kebaikan kamu/orang lain, karena memilih percaya pada asumsi di kepala mu. Kamu urung melangkah maju, menjadi ragu-ragu karena asumi kegagalan yg kamu yakni, asumi percuma yang kamu percaya.

Just Do It, Jangan Percaya Asumsi

Bergeraklah, lakukan yang ingin kamu lakukan. Jika pun yang terjadi sesuai asumsi mu, setidaknya kamu sudah berani melangkah, membuktikan bahwa kamu sudah berusaha memberikan sendiri, kamu menang dari asumi mu.


6. Tidak Apa-apa untuk Mengatakan Tidak

Mengatakan “iya” pada setiap permintaan atau ajakan orang lain tidak membantu diri sendiri ataupun orang lain. Kamu tidak berkewajiban untuk melakukan apapun yang tidak kamu inginkan.


7. Keahlian Mendengarkan Dengan Baik

Saat memasuki usia ini, teman seangkatan mu juga mulai didatangi gelombang cinta kehidupan. Saling mendukung dapat menguatkan jiwa dan tekat. Seringnya kita hanya butuh didengarkan dan dipahami, dibandingkan diberi solusi. Oleh sebab itu penting memiliki skill mendengarkan dengan baik.


8. Jangan Mudah Tergores

Akan ada banyak hal yang memuatmu marah, melukai hatimu. Dari arah manapun itu menghampiri kamu. Jangan mudah tergores. Kamu harus memiliki jeda dan jarak antara reaksi kamu terhadap yang membuatmu marah, kecewa, ataupun terluka.


9. Doa adalah Senjata Seorang Mukmin

Mengutip kalimat Uni Rima Olivia; Para superhero dengan kejagoan yang beda-beda, mereka selalu melatih dan mengulang-ngulang ‘senjatanya’.

Demikian pun kita seorang muslim, yang dikasih senjata langit dan bumi, perlu mengulang-ngulang senjata kita, yaitu doa.


10. Keluwesan Karena Hal-hal Tidak Selalu Sempurna dan Teratur

Tidak apa-apa.
Jangan menyalahkan diri sendiri ketika beberapa hal tidak pada tempatnya, tidak sesuai rencana kita, tidak sesuai ekspektasi dalam kepala kita, ataupun tidak sesuai harapan kita. Kamu hanya perlu temukan keseimbangan untuk teratur tetapi juga tidak panik jika kamu melepaskan sesuatu dalam sehari (keluar dari aturan hidup yang kamu bikin).


11. The Power of Gratitude Journal

Kekuatan dari bersyukur adalah banyaknya manfaat dari bersyukur. Manfaat favoritku;

  • Bersyukur memiliki daya menghancurkan stress.
  • Bersyukur merupakan emosi persahabatan, dengan menyatakan syukur dan apresiasi atas orang yang kita cintai, kebahagiaan dan kekuatan mental meningkat.
  • Rasa syukur merupakan tingkatan tinggi, dan itu lebih tinggi daripada kesabaran.

12. Fokus Kendalikan yang Bisa Dikendalikan

Menyadari betapa sedikitnya yang bisa dikendalikan, sebaiknya menyadarkan kita bahwa nggak banyak yang bisa kita kendalikan. Apapun yang dipikirkan, dikatakan dan dilakukan orang lain berada diluar kendalimu.

Kita hanya bisa fokus perhatikan yang bisa kita ubah dan bisa kita kendalikan. Fokus saja pada hal-hal yanh berada dalam kendali mu: pikiranmu, perkataanmu dan tindakamu.


13. Journaling Bikin Mudah Bahagia

Sepanjang tahun 2022 ini aku lebih rajin journaling. Menuliskan emosi yang aku rasakan sebagai bentuk menguraikan emosi. Menuliskan hal-hal yang aku syukuri setiap harinya. Menulis small progres harian. Semua itu menumbuh rasa keberhargaan diriku, sehingga perasaan aku jauh lebih bahagia. Ada banyak kesadaran-kesadaran yang aku temukan dengan menulis jurnal yang sebelum aku tidak sadari.


14. The Miracles Of Dzikir

Di usia 25 akan kamu jumpai masalah-masalah hidup yang kamu tidak tahu harus kamu apakan. Memang tidak perlu diapa-apakan, diam kan saja. Saat itu terjadi kamu tidak perlu melakukan apa-apa, kamu hanya perlu bersujud lalu meminta kepada Allah, dan di bawa dzikir. Dzikir yang banyak setiap hari, setiap saat.


15. Shalawat itu Penghilang Cemas

Mengutip tulisan Uni Rima Olivia, efek shalawat dalam diri adalah mengurangi kecemasan, karena mengulang-ulang kalimat shalawat adalah aktivitas yang memulihkan ketegangan dan kecemasan. Menyelaraskan kembali pikiran dan perasaan.


16. Shalawat Everyday, Shalawat Everytime

Shalawat tanpa nanti. Shalawat tanpa henti. Shalawat tanpa tepi. Shalawat tanpa tapi.

Sedih? shalawat. Punya hutang? Shalawat. Disakitin orang? Shalawat. Punya masalah? Shalawat. Punya hajat? Shalawat.


17. Kamu Nggak Perlu Buktikan Apa-apa

Kalau mereka salah tentang kita, itu ada dalam kepalanya. Kalau pun mereka benar, kita nggak untung apa-apa. Tidak usah pengen membuktikan apapun, kamu bukan terdakwa. Hehe


18. Berani Tidak Disukai

Kita tidak bisa disukai semua orang, seperti halnya kita juga tidak mungkin bisa menyukai semua orang. Sukai saja yang kamu kerjakan, itu sudah cukup.


19. It’s Okey Not To Be Okey

Sehat mental bukan artinya kamu hanya merasakan emosi yang indah-indah, yang baik-baik saja, atau yang cerita-cerita. Bukan pula artinya kamu tidak boleh merasakan emosi sedih, marah, galau ataupun emosi negatif.

Kamu boleh merasakan lemah, sedikit cemas, sedih, marah, kecewa, lelah atau emosi negatif lainnya. Selama emosi tersebut tidak menganggu aktivitas harian kamu lebih dari 2 Minggu. Masih oke.

Saat hari tidak baik-baik saja terjadi, kamu hanya perlu duduk bersama emosi tidak baik-baik saja tersebut. Menyadari bahwa emosi itu ada dan menerimanya bahwa ia ada.


20. Hati-hati Kekuatan Kata-kata

Kata-kata meninggalkan jejak di otak. Kata-kata yang kita katakan pada diri sendiri, diiyakan oleh setiap sel di tubuh. Kata-kata mengandung respon fisiologis di tubuh manusia.

Setiap sel dalam tubuh kita mendengar kata-kata yang kita ucapkan, maupun kata-kata yang tidak terucap tapi bergema di tubuh seperti: beliefs, feat. Maka ucapkan, dengarkan, lakukan, katakan dan lihat yang baik.


21. Mengambil Keputusan Baik

Tentu dalam hidup kita menginginkan yang terbaik, sayangnya kadang kita tidak benar-benar tahu yang mana keputusan baik. Keputusan baik bisa juga berarti keputusan yang mendekati baik, meski itu bukan keputusan ideal. Namun resiko atas keputusan tersebut mampu untuk dihadapi, dijalani dan dilewati.


22. Olahraga Penting

Hayoo… Kamu pasti males banget kan. Bagaimana kondisi usia 30 tahun kedepan kita sadar gak sadar ditentukan oleh kesehatan fisik usia saat ini. Usia 25 tahun usia kamu wajib mencicil investasi kesehatan fisik kamu dengan berolahraga sekarang juga.


23. Body Mind Communication

Pikiran adalah bahasa yang digunakan otak. Perasaan adalah bahasa yang digunakan tubuh. Perhatikan apa yang kamu pikirkan, kelola yang kamu rasakan. Setiap pikiran mengawali tindakan dan menjadi magnet dari peristiwa. Setiap perasaan yang menguat, mentenagai tindakan.


24. Husnuzon Kepada Takdir Allah

Sejelek apapun nasib kita. Senggak enak gimanapun jalan hidup kita. Tidak lepas dari takdirnya Allah. Yang bisa kita lakukan adalah berprasangka baik terhadap takdir yang gak sesuai dengan keinginan, rencana, selera dan nafsu kita.


25. Ridho Terhadap Takdir Allah

Selain berprasangka baik merespon takdir pahit. Ridho itu lega, rela, merasa tetap melihat takdir Allah itu sebagai kehendak Allah yang sempurna, tidak sedikit yang cacat. Ridho atas takdir yang menghampiri kita, merupakan sebuah keimanan. Keimanan terhadap qoda dan qodar.

Agar hadir rasa ridho kepada takdir Allah dalam aktivitas dan kehidupan sehari kita perlu menyadari kehadiran Allah. Semua ini ada Allah yang terlibat.

Satu pemikiran pada “25 Hal yang Saya Pelajari Dalam 25 Tahun”

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.