Perjalanan 365 hari Kami dan Pertanyaan Untuk Pasangan

Relasi asmara merupakan sesuatu yang mahal bagi aku yang berlatar belakang rumah tangga orang tua tidak harmonis. Dari latar belakang itu aku sangat hati-hati mempersiapkan diri untuk berelasi dengan seorang pria serta aku pun memilih kandidat pasangan dengan hati-hati. Sebab aku tidak mau mempunyai relasi rumah tangga yang dangkal dan tidak harmonis seperti orangtuaku.

Aku mencari sendiri kandidat pasangan masa depanku, tidak menggunakan cara ta’aruf. Dengan alasan aku memiliki riwayat luka batin pola pengasuhan dan rumah tangga orangtua yang tidak harmonis, sehingga aku kurang percaya bila pemilihan pasangan diwakilkan. Untuk menghindari menyalahkan pihak perantara ketika ternyata salah pilih suami terjadi.

Memiliki banyak luka dan trust issue membuat aku meyakini membangun relasi berawal dari kepercayaan sebagai teman atau sahabat. Ini memang bukan alasan syar’i, semata-mata jalan solusi aman dan nyaman terhadap mentalku dengan banyak trauma dan luka yang melekat pada diriku. Secara jujur, ta’aruf pilihan cara yang amat baik.

Tapi jauh sebelum mencari, aku sudah bertahun-tahun mempersiapkan diri terlebih dahulu. Mengenali diriku sendiri demi tercapainya tujuan siap berumah tangga dan tidak salah pilih suami. Aku sudah menuntaskan masalah pada diri sendiri sebelum memutuskan siap menjalani relasi dengan seorang pria. Goal relasi ini kejenjang serius untuk menikah. Hanya saja aku memulainya dari relasi persahabatan.

Memulai dari langkah persahabatan saja dalam perjalannya ternyata sulit. Ada banyak situasi yang membuatku berpikiran:

“Akan lebih baik tidak dalam relasi bersama pria” alias lebih baik hidup melajang. Diusia aku yang tergolong tua dan pikiran yang cukup mapan, saingannya sudah bukan lagi “Soal kesetiaan” tapi “Mending hidup singgel aja dibandingkan menikah”.

Sekali lagi aku katakan menuju siap berelasi ini ada banyak persiapan, memakan waktu bertahun-tahun untuk mempersiapkan diri, ilmu dan mental. Ada upaya memperbaiki diri, mengenal diri, upaya menuntaskan masalah diri, upaya menentukan kriteria yang sesuai dengan kebutuhan diri bukan sesuai selera diri, juga ada upaya doa yang terus dikayuh.

Bukan sekedar mencari, menemukan lalu mencintai. Tidak sesederhana itu.

365 Hari Kami

Kini Desember 2022 ini genap perjalan 365 hari kami memulai sebagai sahabat. Genap setahun sejak kami bertemu dan berkenalan. Dari orang asing yang belum pernah bertemu, kini sudah setahun saling mengenal satu sama lain. Perjalan kami mengupas lapisan bawang kehidupan masing-masing hingga ke inti. Bertemu, kenal dan melihat wujud luka batin, trauma dan bagian aku yang tidak sempurna. Juga aku bertemu, kenal dan melihat sisi rapuh dan gelap dirinya.

Jika tidak diawali dari relasi persahabatan aku tidak mau memulai. Ia harus mampu menggantikan posisi sahabat-sahabat yang aku miliki. Dan aku perlu memastikan jika ia mampu melakukannya, dan ia mampu dipercayai untuk peran itu. Mampu kah ia berhadapan dengan sisi aku yang tidak sempurna. Tahan kah ia melihat diriku yang kelam. Bisakah ia memandang dan merespon semua itu dengan pandangan kasih sayang bukan tatapan heran.

Perjalanan 365 Hari Kami

Sekarang, inilah kami yang sukses setahun membangun relasi persahabatan. Melewati roller coaster kehidupan masing-masing bersama. Ia yang dalam setahun ini aku nilai mampu menggantikan peran sahabat-sahabat aku di dalam hidupku. Ia yang dalam setahun ini makin aku yakin merupakan pilihan Ayah terbaik untuk anak-anak ku kelak.

Merayakan 365 hari kenal dan mengenal. Kami melakukan wawancara kecil. Wawancara dan publisitas ini bertujuan sebagai dokumentasi pribadi, yang kedepannya bisa kami tracker. Kamu juga bisa menanyakan pertanyaan wawancara ini kepada pasanganmu.

FYI: Kami sedang mempersiapkan finansial untuk menuju pernikahan. Mohon doanya ya teman-teman. 😘

Pertanyaan Untuk Pasangan

Siapa nama kamu?
Her: Dian Ayu Pratiwi
Him: Nur Kusmayadi

Berapa usia mentalmu?
Him: 30 tahun
Her: 30 tahun

Apa kekuatan kamu?
Him: Pengetahuan
Her: Orang yang tulus, bijaksana,

Warna yang mengingatkan kamu dengan pasanganmu?
Him: Pink
Her: Hijau

Musim apa yang menggambarkan pasanganmu?
Him: Musim panas
Her: Musim gugur

Gaya busana apa yang paling cocok dgn dia?
Him: Long dress with cuting pinggang
Her: Kemeja with jeans longgar

Katakan satu hal yang dia lebih baik dari kamu!
Him: Lebih pengertian, lebih ekspresif
Her: Lebih pandai berjeda dengan reaksi (sabar), lebih teliti, dan lebih baik dari aku.

Apa kekuatan pasanganmu?
Him: Memotivasi
Her: Pintar dan kepribadian yang baik

Apa hari paling berkesan?
Him: Hari saat pertama kali bertemu.
Her: Waktu jalan-jalan ke Mempawah setelah menyelesaikan skripsi bab 5-6 dalam waktu singkat.

Kapankah kamu paling ingin melihatnya?
Him: Setiap hari
Her: Saat masa-masa sulit

Apa ekspresi cinta rahasia mu ke dia?
Him: Cium (Menghirup) aroma dia
Her: Cium (Menghirup) aroma mas

Apa rahasia yang tidak kamu katakan ke dia?
Him: Tidak ada.
Her: Tidak ada.

Adakah yang tidak berubah dari dia sejak awal hingga saat ini?
Him: Rasa sayang
Her: Perhatian, keperdulian dan kasih sayangnya.

Apa yang akan terlihat 20 tahun ke depan?

20 Tahun Kedepan

Him: Aku baca koran sarungan, sambil ngopi bareng kamu.
Her: Aku berharap 20 tahun ke depan aku memiliki kehidupan yang aku impikan, ekonomi kami lebih dari mapan, untuk keluarga dan untuk melakukan perjalanan ke luar negeri dan melakukan hal yang kami senangi berdua, seperti bakti sosial.

Katakan padanya sekarang?

Him: I Love You, I Miss You, I Need You
Her: Mas Nur, teruslah menjadi partner hidupku, jangan pernah berubah ke arah yang berbeda dari yang sekarang. Maaf dan Terimakasih. Aku menyayangi dan mencintai mu. ❤

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.