Kenalan Dengan Remudang Sayur Lokal Kalimantan Barat

Sudahkah kamu tahu di tanah Kalimantan, khususnya Kalimantan Barat tempat saya tinggal, ada bayak tanaman hutan yang jadi sayuran oleh warga lokal? Yakni masyarakat suku Dayak. Atau yang biasa disebut oleh masyarakat suku Dayak dengan sayur kampung.

Belum tahu?

Tenang aja jika kamu belum tahu. Karena itu, pada kesempatan kali ini Saya mau memperkenalkan salah satunya ke kamu.  Yaitu si Remudang/Merudang sayur lokal Kalimantan Barat.

Di Desa Balai Harapan tempat tinggal saya, Remudang oleh warga suku Jawa akrab disebut denga nama Merudang. Sementara warga suku Dayak menyebutnya dengan nama Remudang. Desa Balai Harapan terletak di daerah dataran rendah yang cukup berbukit, merupakan daerah tarnsmigrasi tunggal, yang hanya terdiri dari tiga suku: Dayak, Jawa dan Sunda.

Pengertian Remudang atau Merudang

Remudang atau Merudang

Bagi sebagian orang memang ada yang belum tahu atau belum pernah melihat tanaman Remudang. Di tanah Kalimantan tanaman Remudang tumbuh liar di Hutan. Remudang merambat di tanah, jika sudah tua batangnya keras seperti kayu dan berduri. Pucuk mudanya empuk bisa dipatah, dan memiliki warna pucuk hijau gelap sampai marun kecoklatan.

Bagian Remudang yang dimakan adalah pucuk muda yang besarnya kurang lebih sebesar jari kelingking orang dewasa. Sebab ada juga pucuk muda yang batangnya sangat kecil, sekecil kabel laptop dan itu tidak enak dimasak. Sedangkan batang pucuk yang besarnya sekabel laptop, di sebagian wilayah Kalimantan ada yang masak bagian daun mudanya.

Nama–Nama Merudang

Merudang merupakan tanaman yang hidup hampir di seluruh pulau Kalimantan. Bahkan di Serawak, Malaysia pun ada. Oleh karena itu Merudang memiliki nama yang berbeda di setiap daerahnya. Hasil penelusuran Saya ada beberapa nama yang sudah berhasil saya data, diantaranya:

  • Kantuk Merudang
  • Pucuk Remodang
  • Ogo Banar (untuk yang besar)
  • Ogo Kataker (untuk yang Kecil)
  • Pucuk Remudang

Jika ada nama yang tidak Saya tulis, bisa kamu tulis di kolom komentar ya. Supaya Saya dan yang lainnya makin tahu. 😉

Nah, kalau di derah kamu, namanya apa?

Rasa Merudang/Remudang Sayur Lokal Kalimantan

Rasanya Agak Pahit Tapi Enak di Lidah

Merudang jika sudah dimasak memiliki cita rasa pahit dan sedikit kelat. Rasa pahitnya berbeda dengan rasa pahit pare, tidak sepahit pare. Sebagian orang memang ada yang tidak menyukainya. Tetapi jika kamu suka makan daun pepaya muda dan pare, maka kemungkina kamu akan suka sayur Merudang ini.

Ada cara agar rasa pahit Merudang berkurang ketika dimasak, yaitu dengan cara Merudang harus dimasak pedas. Rasa pedas mampu mengurangi rasa kelat dan pahit dan menyulap Merudang menjadi sayur yang lezat. Ya, Merudang memang tidak cocok di masak plain.

“Kunci keberhasilan masak sayur Merudang adalah di masak pedas campur teri. Ini sudah terbukti masakan favorit penyuka Merudang”

Di Kalimantan Barat sayur Merudang jadi salah satu obat penambah nafsu makan. Bukan hanya oleh warga lokal tetapi juga diakui oleh suku lain  yang sudah akulturasi dan asimilasi dengan budaya Dayak. FYI, delapan tahun Saya tinggal di Kota Pontianak belum pernah Saya temukan Merudang ada di pasar-pasar Pontianak.

Di daerah Sintang, Kecamatan Tempunak tempat Saya tinggal, Merudang biasanya dijual oleh Mamang Sayur yang berjualan keliling ke kampung-kampung. Jadi meskipun kami malas cari Merudang lagsung, Merudang masih mudah didaptkan dan menjadi sumber rezeki tersendiri. Biasanya dijual dengan harga RP. 5000 seikat.

Pengalaman Mencari Remudang/Merudang

Penuh Pengalaman Dengan Mencari Remudang

Sebagai anak suku Jawa yang lahir di Kalimantan dan sekaligus suka makan sayur Remudang, tentu Saya pernah ikut tetangga mencari Remudang di hutan-hutan sekitar kampung. Sebuah pengalaman berkesan yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya sudah dua kali mencari Remudang di hutan. Dua kali ini, di waktu yang berbeda, dengan orang yang berbeda dan tempat (Hutan) yang berbeda.

Mencari remudang itu sulit dan berbahaya. Masuk ke dalam hutan lebat yang sedikit gelap, medan bawah hutan yang dipenuhi resam-resam, sampah daun pepohonan yang tebal, dan kayu-kayu. Jika tidak hati-hati sangat berkemungkinan bertemu ular.

Remudang jarang tumbuh di hutan yang terlalu banyak cahaya, karena biasanya medan seperti itu tempat tumbuh rerumputan. Merudang senang di hutan yang minim cahaya. Meskipun mungkin kamu pernah melihat pucuk merudang menjulur ke atas, diatas resam di pinggir jalan dan kamu beranggapan pucuk merudang ada berada di atas-atas pohon. Maka kamu salah.

Persiapan Memasuki Hutan Untuk Mencari Remudang atau Merudang

Saya pernah mengira seperti itu, maka kali pertama saya berbur Remudang, saya sibuk melihat ke atas, pada bagian batang pohon. Sehingga sudah berkeliling-keliling saya tidak mendapatkan satu pucuk pun Remudang. Yang benar adalah kita mencari ke bagian  bawah pohon. Memperhatikan alur batang Remudang tua hingga bertemu pucuk mudanya. Sambil sesekali melihat ke bagiaN atas.

Mencari Remudang adalah pekerjaan yang paling  fokus dan khusyuk, secara otomatis kita akan dengan sendirinya hanya fokus pada bentuk pucuk Merudang di dalam hutan yang luas. Akibatnya jika tidak memiliki kesadaran pada sekitar, kita teledor dan hal-hal bahaya seperti bertemu ular atau tersandung sebuah lubang/batang kayu.

Saya pernah saking fokusnya kesandung kayu besar dan terjatuh. Kemudian menginjak sebuah lubang yang tidak terelakan sehingga berakibat perggelangan kaki dan betis saya ngilu, tentu saja saya menjadi pincang. Tetapi tetangga saya pernah bertemu ular.

Saya lupa bagaimana cerita pastinya, tiba-tiba saja dia menjerit. Kami yag berpencar di dalam hutan melihat Ia lari menjauh dari tempat semula. Lalu berteriak “ADA ULAR!” Saat ia berteriak dikeheningan suasana hutan, spontan jatung kami semua berdebar. Lutut saya dan ibu-ibu lainnya pun lemas. Kejadian bertemu ular menjadi kesepakatan tersirat kami bersama  untuk menyudahkan perburuan Merudang.

Kami berjalan ke lokasi awal masuk hutan, menanyakan keadaan teman kami, kemudian terus berjalan meninggalkan hutan. Hari itu mungkin kami hanya sedang sial saja, atau pertanda dari Tuhan kami sudah terlalu lama mencari Remudang. Memang benar kami sudah menghabiskan sekitar tiga jam lebih, Satu jam-an lebih di lokasi pertama, dan  dua jam-an di lokasi ke dua.

Bagi orang dengan mata minus seperti saya, sensasi keluar dari hutan, perpindahan dari tempat gelap ke terang memberikan rasa tegang di pangkal mata, pusing, dan cukup menyakitkan. Tpis dari saya, setelah keluar dari hutan, berdiri di tempat aman, pejamkan mata dan tutup mata menggunakan satu tangan. Tahan hingga beberapa menit, lalu kemudian lepaskan tangan dari mata dan buka mata perlahan. Kuncinya adalah ambil jeda beberapa menit agar rasanya  tidak seperti serangan yang mengejutkan.

Jujur mencari Remudang bagi saya merupakan hal yang seru. Sensasi serunya sama seperti saat mencari Jamur. Meskipun dalam pengalaman kedua Saya ada kejadian bertemu Ular. Jika ada waktu dan bertepatan dengan ada yang mengajak mencari Remudang, Saya pasti akan ikut.

Walaupun sampai saat ini hasil Remudang yang saya daptkan belum pernah bayak seperti tetangga Saya lainnya. Mencari Remudang tetap kegiatan menyenangkan.

Nah sekarang kamu sudah kenal dengan Merudang, sayur lokal Kalimantan Barat, bahkan kamu sudah tahu sedikit gambaran berburu mencari Remudang seperti apa dan beberapa tips selama mencari Remudang. Sekarang kamu bisa berbagi di kolom komentar bagaimana pengalaman kamu mengetahui Remudang dari artikel ini ya. Kamu juga bisa tanya-tanya di kolom komentar. ;)) Sampai jumpa di artikel lainnya.

Tinggalkan komentar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.